Demak, 4 Juli 2011

Ternyata masih ada hati jika kita mencari…

Diawali dengan Sebuah Grup Facebook Demakreatif. Kita berkumpul di dunia maya dengan teman teman yang berasal/berdomisili di Demak. Sebenarnya lucu juga kalau dipikir-pikir. Tidak banyak orang Demak yang bangga akan asal usulnya… Tentang daerah tempat tinggalnya… Tentang kehidupan masa kecilnya… Tetapi disini saya temukan orang orang yang luar biasa, mempuyai ketulusan tiada terkira, mimpi yang sebegitu tingginya, dan keinginan berbagi yang tiada habisnya.

Demakreatif diawali dengan keinginan kita untuk berbagi. Ya berbagi! Dengan konsep sederhana itulah saya dipertemukan dengan teman-teman lama dan baru. Karena setiap kita mengobrol tentang nostalgia kita di Demak akan berakhir dengan berita-berita yang membuat kita mengelus dada, sedih dan miris. Se ‘begitu’ -kah Demak sekarang? Tentang pasarnya… Birokrasinya? Orang-orangnya? Lembaga Pendidikannya? Ah… kami capek dengan semua itu.

Akhirnya pertemuan yang di nanti-nanti terjadi juga. Saya lupa akan tanggalnya*, tetapi pada pertemuan itu ada 4 orang. Mas Rully, Ari Sentani, Mas Dafidh Sanjaya dan Saya sendiri. Mas Rully dan Ari sudah saya kenal sebelumnya, mereka satu SMA dengan saya, hanya Mas Rully 4 tahun diatas saya. Sedangkan Mas Dafidh saya belum kenal sebelumnya, informasi yang saya dapat dari Mas Rully, Mas Dafidh adalah Abdi Negara dan mempunyai blog tentang wisata demak! Luar Biasa!

Pertemuan kita berempat terjadi di sebuah resto yang dekat dengan Kantor Kabupaten. Setelah kita ngobrol beberapa saat kita sudah merasa bahwa kita mempunyai chemistry yang sama! Kita mengobrol tentang Demak dari berbagai sudut, dan yang membuat saya kagum kepada Mas Dafidh saat itu adalah dia ternyata bukan orang asli demak!** Tetapi mempunyai mimpi yang sebegitu besarnya tentang potensi Demak itu sendiri.

Dengan pertemuan tersebut kita merasa bahwa kita memang berjodoh untuk dipertemukan, kita mengobrol sampai hampir tengah malam, saya masih ingat pada waktu itu Mas Dafidh pamit terlebih dahulu karena masih ada keperluan. Kami bertiga tetap tinggal.

Tetapi sebelum itu kita sudah mencapai kesimpulan bersama, setelah mengobrol dan mungkin sampai meracau tidak jelas, kita berempat berfikiran sebagai berikut:

  1. Demak adalah kota penuh potensi. Baik itu Sumber Daya Alam maupun pariwisata. Kita berkomitmen bahwa kita akan mengekspose hal-hal positif tentang Demak.
  2. Kita akan selalu menjadi pihak yang kritis demi kemajuan Demak, dari berbagai sudut.
  3. Langkah pertama adalah membuat Medium/Tempat berkumpul insan insan yang peduli Kota Demak, inilah akhirnya Lahir Grup Demakreatif di facebook. Karena kita menyakini menyebaran informasi secara viral adalah yang paling efektif.
  4. Semangat dasar kita memulai ini adalah Semangat berbagi dan Pro Bono. Yaitu sesuatu yang kita lakukan secara cuma cuma tetapi dengan komitmen secara profesional.

Dan sampailah kita sekarang, Grup Demakreatif walaupun baru mempunyai anggota 200an. Kita telah bertemu dengan orang orang yang luar biasa. Mas Dimas Arisandi, Sutradara Film Ilir-Ilir. Film yang diproduksi di Demak dan telah melakukan riset yang luar biasa tentang Demak sehingga menemukan banyak potensi putra-putra Demak di bidang sinematografi.

Mba Anggrie, Produser dari Film Ilir ilir, mempunyai sikap dan pemikiran yang luar biasa tentang kemajuan Kota Demak. Saya masih ingat pesan setiap kali saya ngobrol dengan beliau. “Allah itu tidak tidur!” dan itu yang selalu saya amini.

Mendapatkannya Stand Demakreatif di Demak Expo tahun ini atas kegigihan Mba Anggrie juga luar biasa pengaruhnya untuk mempertemukan anggota anggotanya dan memperkenalkan Demakreatif ke Masyarakat Demak. Stand Demakreatif juga mencari sarana untuk memberikan influensi bagi masyarakat Demak dan sekaligus sebagai sarana promosi Film Ilir Ilir. Banyak sekali kesan yang menyejukkan hati dan sekali kali membuat kita tertawa lepas tentang respons yang kita dapat dari stand kita bagi masyarakat Demak itu sendiri. Dari ada yang bertanya “Siapakah Mas Bono?” atau “Mengapa foto dan video yang ditampilkan ada ‘hitam-hitam’nya?” 🙂

Perjalanan kita masih panjang, dengan semangat ikhlas berbagi kita akan terus menemukan orang orang yang mempunyai visi yang sama, yang jika kita dipertemukan dan mengobrol untuk beberapa saat serasa kita sudah mengenal pribadi-pribadi tersebut selama hidup kita.

Kita akan terus mencari chemistry-chemistry itu yang selalu akan membuat semangat kita berlipat ganda bahwa yang kita lakukan ini adalah baik dan benar!

Dan ternyata “hati” “hati” itu telah kita temukan… Tetapi kita masih mencari dan terus mencari demi Demak yang lebih baik…

nb: Mohon maaf atas pihak pihak yang tidak saya sebutkan namanya tetapi sangat membantu Demakreatif dan Film Ilir Ilir selama ini. Mas Ardhian, Mula, Wisnu, Ali, Kru dan Pemain Ilir-Ilir, Mas Zaky, Vino & Band, dll. Itu semua karena kealpaan saya dalam susahnya mengingat nama-nama.

*16 November 2010 (Setelah membaca catatan Ari Sentani)
** yang ternyata berasal dari Ungaran (Setelah membaca catatan Ari Sentani)

M. Dzulfahmi Yahya

Advertisements

2 thoughts on “Demak, 4 Juli 2011

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s