Dilema sudo rm -r



Screenshot--bin-bash

Screenshot--bin-bash

Postingan sebelum ini sebenarnya saya ingin membahas tentang Google Analytics, setelah mendapat kira-kira 2 paragraf yang cukup panjang, tiba-tiba koneksi mengalami masalah dan draft yang saya ketik hilang! Ya! Karena kesalahan saya sendiri langsung mengetik di browser. Walaupun hal itu jarang terjadi, but it happen! Jadi sekarang just in caase… Saya mendapat pelajaran yang sangat berharga… yaitu, jangan percaya kestabilan koneksi di Indonesia 😀 dan gunakanlah text editor!!! Sekarang saya menggunakan Gedit (sebenarnya ini juga kurang aman jika dibandingkan dengan tomboy notes) dan berharap system saya tidak reboot atau crash secara tiba-tiba (Karena saya menggunakan Ubuntu, saya cukup pede kemungkinkan tersebut tidak akan terjadi :D)

Maka dari itulah saya memutuskan membahas hal yang lain, command sederhana tapi Maha Dasyat pengaruhnya… Yap! rm -r. Command ini berfungsi untuk menghapus file atau direktori kita. Saya cukup berpengalaman dalam menggunakan command ini, dalam arti pengalaman salah menghapus file atau folder yang saya maksud tidak untuk saya hapus tetapi karena ketololan saya akhirnya terhapus juga (fiuhh).

Cara kerja command ini sangatlah sederhana, cukup ketikkan sudo rm <file> maka file kita akan terhapus dengan sebelumnya autentifikasi password, jadi relatif cukup aman. Jika kita ingin menghapus folder maka cukup tambahnya command -r dibelakang rm. Jika kita sudah masuk sebagai root maka berhati-hatilah menggunakan command ini. Pastikan anda tau apa yang anda lakukan, konsentrasi, yakinlah file/folder yang anda maksud adalah file/folder yang anda maksud! Karena jika kita masuk sebagai root, kita tidak akan ditanyakan pwd konfirmasi dan file akan langsung terhapus tidak ada jalan untuk kembali! Saya pernah mencoba menghapus folder di folder root yang bernama /home. Karena saya khilaf pada waktu itu, secara tidak sengaja folder /home user saya justru yang terhapus semua, jadi file-file di home folder saya hilang tanpa jejak 😦 Setelah menenangkan diri saya mencoba search tentang data recovery di Ubuntu, kebetulah format yang saya pakai pada waktu itu adalah ext3. Setelah googling pada waktu saya menemukan ternyata format ext3 tidak bisa di recovery (setahu saya). Aplikasi yang tersedia adalah data recovery untuk format ext2 dan ntfs. (Jika ada yang mengetahui aplikasi recovery data lain, informasinya akan sangat saya hargai).

*sekarang saya menggunakan Ubuntu Lucid Lynx, setelah saya search di Ubuntu Software Manager tersedia beberapa aplikasi recovery data seperti gddrescue, mondo, recover (ext2), undelete (ext2),scrounge-ntfs (ntfs), dan mungkin masih banyak lainnya. Sayangnya saya belum pernah menggunakan aplikasi-aplikasi ini. Jadi belum bisa mereview kelebihan masing-masing.

Pembahasan diatas bukanlah tutorial yang baik dalam menggunakan command rm, dan mungkin kurang penting juga karena command ini sangat umum digunakan. Hal yang ingin saya tekankan disini (selain curhat) adalah selalu berhati -hati jika ingin menggunakan perintah ini untuk menghapus file yang kita punya, karena command sederhana ini pengaruhnya akan sangat besar jika kita salah menggunakanny.a (paling tidak akan repot mencari aplikasi recovery data seperti saya dulu) Dilematiss 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Dilema sudo rm -r

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s